Wakapolri Penyebar Berita hoaks dan Isu Penyerangan Tokoh Agama di tangkap
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Syafruddin, mengatakan sebagian besar informasi penyerangan terhadap tokoh agama yang terjadi akhir-akhir ini di sejumlah daerah adalah hoax alias bohong.
"Beberapa kejadian itu dibangun secara hoax," Adanya oknum yang tidak brtanggung jawab untuk memecah kesetabilitasan dan ketentraman negara kata dia saat bertemu para ulama di Masjid Arif Nurul Huda Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Rabu, 21 Februari 2018. Dia mencontohkan, dari 13 kejadian di Jawa Barat, yang benar hanya dua.
Syafruddin mengatakan memang ada beberapa kejadian penyerangan terhadap ulama oleh orang yang diduga mengalami gangguan jiwa. "Memang ada beberapa tapi hoak-nya banyak," katanya. Dia menyebut informasi hoax mencapai 95 persen.
Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia ini menolak kasus ini disamakan dengan peristiwa penyerangan kiai pada 1998. Menurut dia, kasus 1998 kejadiannya memang ada dan masif. "Kasus sekarang berkembangnya karena hoax."
Dia mengklaim telah menangkap pelaku yang menyebarkan informasi hoax tersebut. "Pelakunya sudah diamankan dan nanti akan dikembangkan," kata dia sembari menegaskan bahwa penyebaran informasi hoax dilakukan oleh kelompok tertentu.
Dalam dua bulan terakhir terjadi lima penyerangan terhadap tokoh agama. Pada Ahad lalu, KH. Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Karangasem, Lamongan, diserang orang gila. Belakangan diketahui pelaku bernama Nandang Triyana, warga Cirebon.
Sebelumnya Pemimpin Pondok Pesantren Al Hidayah, Bandung, Kiai Umar Basri, dianiaya orang tak dikenal. Awal Februari lalu, Komando Brigade Persatuan Islam di Bandung, Ustad Prawoto, tewas dianiaya orang yang diduga mengalami depresi.
Selanjutnya sekelompok orang mempersekusi terhadap Biksu Mulyanto Nurhalim dan pengikutnya di Legok, Tangerang. Kemudian penyerangan terjadi di Gereja Santa Lidwina Sleman oleh mahasiswa berumur 23 tahun.
Sumber : https://nasional.tempo.co/read/1063013/wakapolri-penyebar-hoax-isu-penyerangan-tokoh-agama-ditangkap
Iron Man Bali
Seorang pria asal Bali berusia 31 tahun bernama I Wayan Sumardana alias Sutawan alias Tawan dijuluki sebagai manusia robot. Julukan itu dia peroleh karena kemampuannya dalam merancang robot. Hebatnya, robot ciptaannya mampu menggerakkan tangan kirinya yang lumpuh karena stroke. Dengan menggunakan perangkat electronik rongsokan, dia berhasil menciptakan robot yang digerakan melalui sensor otak dengan sistem EEG electroencephalography.
Namun setelah diteliti semua itu Hoax karena banyak kejanggalan yang ditemui misalnya robot tersebut tidak bisa dipakai orang lain, malah sempat didatangi oleh ahli sistem saraf otak yang ternyata setelah melihat langsung “elektroda” yang ditempatkan di kepala dan “tangan robot”, bisa pastikan keseluruhannya tidak berfungsi alias hoax. Dan yang terakhir ketika akan di uji dia mengatakan bahwa robotnya tersebut sudah rusak.
Sumber :
https://news.okezone.com/read/2017/10/06/337/1790379/berita-berita-hoax-yang-sempat-ramai-di-indonesia-nomer-satu-hoax-iron-man-bali
Heboh logo lambang PKI di uang kertas baru
Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan cetakan baru uang kertas Indonesia.Pasalnya menurut mereka uang kertas cetakan baru ini nampak terlihat logo 'palu arit'.Menurut mereka gambar tersebut seperti logo PKI.Isu ini mulai menyebar di Facebook, saat salah seorang netizen mempertanyakan lambang itu.
Netizen lainnya pun ikut menyambut dan ikut menyebarkan, sehingga menjadi viral di media sosial.Memang ada perbedaan dalam cetakan uang kertas rupiah yang baru ini.Foto-foto ini banyak tersebar di berbagai media sosial, terutama di grup Facebook.
Seperti kata seorang netizen dalam grup Facebook INFO WONG SOLO.
"Di logo BI uang baru kog terdapat simbol PALU ARIT ya????"
Namun penjelasan sebenarnya adalah gambar tersebut bukan merupakan "logo palu arit" seperti yang diduga para netizen.
Dilansir dari kompasiana.com, tulisan Junanto Herdiawan menjelaskan bahwa gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso).
Menurut Junanto setiap pecahan uang rupiah memiliki unsur-unsur pengaman atau yang biasa disebut security features.Keaslian uang dapat dilihat dari unsur-unsur tersebut.Misalnya dari benang pengaman dan gambar air yang bisa kita lihat dengan cara diterawang.
Tapi ada lagi satu unsur pengaman yang mungkin tidak banyak diketahui orang, yaitu yang dinamakan dengan 'gambar saling isi', atau dikenal dengan istilah rectroverso.Melihat rectroverso tentu saja tidak bisa dilakukan dari satu sisi mata uang saja,
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto meluruskan kabar palu-arit kepada ulama dan tokoh agama. Kabar itu dinilai sengaja diembuskan oknum tertentu untuk merusak perekonomian masyarakat.
Djoko Raharto menjelaskan, gambar palu-arit itu sebenarnya adalah logo Bank Indonesia (BI) yang dijadikan sebagai salah satu fitur pengaman uang. Perum Peruri telah menerapkan fitur-fitur pengamanan pada uang sejak 2000. Hanya, ada beberapa bentuk fitur pengaman yang diubah agar semakin sulit ditiru. Setidaknya ada sebelas fitur pengaman pada uang rupiah baru ini.
http://sumsel.tribunnews.com/2016/11/12/heboh-logo-diduga-lambang-pki-di-uang-kertas-baru-ini-penjelasan-perkuat-kabar-tersebut-hoax?page=all
Tidak ada komentar:
Posting Komentar